BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Selasa, 04 Mei 2010



Instalasi Dan Konfigurasi TCP/IP Pada Komputer

Secara default, TCP/IP sudah diinstall dan di configure untuk menerima IP address secara automatis saat anda melakukan install Windows server 2003 atau kompoter clients pasangannya Windows XP. Tidak masalah jika opsi networking apapun yang anda pilih saat intslasi WIndows, anda bisa melakukan install dan konfigurasi protocol TCP/IP setelah instalasi Windows 2003 selesai.

Instalasi protocol TCP/IP

Walau sudah terinstall automatis, protocol TCP/IP mungkin saja tidak ada karena satu atau lain hal mungkin ter-uninstall secara tidak sengaja, akan tetapi anda selalu bisa kembali dan menginstallnya lagi. Bagaimana anda melakukannya?

1. Pada window “network connection”, klik kanan “network connection” pada LAN card yang ingin anda konfigurasi (jika ada lebih dari satu NIC) kemudian pilih property.

2. Pada tab “General” (untuk koneksi local connection) atau Networking tab, jika “Internet Protocol (TCP/IP)” tidak ada pada list komponen yang terinstall, lakukan yang berikut:

a. Klik “install”

b. Klik “protocol” kemudian klik “Add”

c. Pada kotak dialog “Select Network Protocol”, klik “Internet Protocol (TCP/IP)” dan klik OK

d. Pastikan bahwa kotak check Internet Protocol (TCP/IP) tercontreng dan klik Close.

Konfigurasi TCP/IP

Saat anda mau setup konfigurasi IP addressing pada suatu komputer, anda bisa memilih apakah anda mau configure untuk menerima IP secara automatis atau memberikan IP address secara manual. Pada gambar dibawah menunjukkan property TCP/IP yang telah tersetup untukmenerima IP secara automatis baik IP dari skema APIPA ataupun IP dari DHCP server. APIPA berada pada range IP address antara 169.254.0.1 sampai 169.254.255.254. mulai Windows XP keatas, APIPA akan terinstall automatis jika dalam suatu jaringan tidak tersedia IP address dari DHCP server.

Property TCP/IP Koneksi LAN

Property TCP/IP Koneksi LAN

Perhatikan bahwa saat anda memilih konfigurasi IP secara automatis maka akan muncul tab “Alternate Configuration”. Jika anda memakai notebook dan sering berada di dua tempat dimana salah satu tempat/kantor anda memerlukan IP address manual sementara diluar anda juga sering memakai IP address automatis, maka konfigurasi IP address manual pada tab “Alternate Configuration” bisa dipakai. Perlu juga diketahui bahwa untuk bisa melakukan konfigurasi TCP/IP anda harus logon sebagai system administrator atau anggota administrator group.

Jika anda ingin meng-konfigur IP address secara manual maka sebelumnya anda harus sudah mempunyai daftar IP address yang mau dipakai; subnet mask; default gateway; DNS server IP address ataupun WINS server. Pilih tombol radio “Use the following IP addressing” dan juga jika ingin setup manual DNS server dan WINS, pilih juga “Use the following DNS server”. Ketik IP address, subnet mask, default gateway dll dikolom yang disediakan sesuai dengan daftar konfigurasi yang ada pada anda. Dalam upaya anda untuk melakukan setup pada komputer atau piranti jaringan anda, memberikan IP address adalah salah satunya.

Konfigurasi Back-to-back Dua Komputer

Sebagai contoh sederhana adalah menghubunkan dua piranti yaitu sebuah PC komputer A dan sebuah laptop komputer B. keduanya dihubungkan dengan sebuah kabel jaringan UTP Cat5 cross cable back-to-back dengan masing-2 konfigurasi IP sebagai berikut:

Konfigurasi TCP/IP PC ke PC

Konfigurasi TCP/IP PC ke PC

  • Komputer A IP address = 192.168.100.1 dan subnet mask = 255.255.255.0
  • Komputer B IP address = 192.168.100.2 dan subnet mask = 255.255.255.0

Buka masing-2 property TCP/IP di masing-2 komputer dan pilih “Use the following IP address” lalu ketikkan IP address masing-2 dan juga subnet mask yang sama, dan kosongkan kolom lainnya. Setelah selesai anda bisa verifikasi apakah konfigurasi sudah benar dengan jalan masuk ke command prompt (tekan tombol gambal bendera dan huruf R secara bersamaan lalu tekan tombol OK untuk masuk ke command promp) dan ketikkan dari komputer A:

C:\> ping 127.0.0.1

Jika konfigurasi TCP/IP anda sudah benar maka akan muncul ping statistic dengan 0% loss seperti gambar dibawah ini.

Ping Local Host

Ping Local Host

IP address 127.0.0.1 adalah localhost pada komputer. Untuk memastikan kedua komputer bisa terhubung dengan benar lakukan ping ke komputer B dari komputer A dengan cara ping address berikut:

C:\> ping 192.168.100.2 >Enter>

Dan jika konfigurasi kabel sudah benar maka akan ada respon ping dengan statistic paket loss = 0%.

Command ping ini sangat membantu anda dalam upaya troubleshooting jaringan. Anda juga bisa menggunakan command ipconfig /all dari command promp untuk melihat konfigurasi TCP/IP secara keseluruhan dari suatu komputer.

Konsep Sistem Client-Server

Pendahuluan

Diawal perkembangannya perangkat komputer adalah barang yang mahal dan mewah. Pengembangan dan pengoperasiannya rumit dan terpusat. Namun seiring dengan berjalannya waktu yang tadinya proses tersentralisasi dikembangakan menjadi proses terdistribusi sampai pada end user. Hal ini sangat dipengaruhi oleh adanya perkembangan teknologi LAN (Local Area Network) di pertengahan tahun 1980 an. Dengan LAN sebuah PC dapat melakukan komunikasi satu dengan lainnya dan dapat saling berbagi resource baik perangkat keras ataupun database. LAN mampu memberikan interkonektivitas yang tidak pernah ada sebelumnya. Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan sebuah komputer pemproses yang memfasilitasi dan melayani proses sharing semua resource yang ada. Perangkat ini disebut dengan Server. Untuk melakukan Sharing File biasanya dibutuhkan sebuah File Server begitu juga untuk sharing Printer dibutuhkan sebuah Printer Server. Namun ternyata hal seperti ini belumlah cukup. Jumlah PC yang bertambah dengan sangat cepat seiring dengan berkembangnya sebuah organisasi. Jumlah end user dan client juga bertambah banyak. Kebutuhan akan perangkat menjadi bertambah pula, tidak hanya membutuhkan sebuah printer server, juga dibutuhkan server-server lainnya seperti server pengolahan gambar, server pengolahan suara, dan lainnya. Server-server ini dengan database dan applikasinya harus dapat diakses oleh beberapa PC, ataupun diakses oleh sebuah komputer mainframe melalui sebuah LAN. Sistem seperti ini disebut Sistem Client Server seperti digambarkan pada Gambar 1 dibawah ini.

Gambar 1. Skema Sistem Client-Server

Komponen dan Fungsi Sistem Client Server

Gambaran umum konfigurasi Client Server diperlihatkan pada gambar 2. Dengan pendekatan Client Server setiap PC dapat melakukan secara independen sebuah pemrosesan lokal dan mensharing perangkat enterprise melalui LAN. Untuk kasus yang lebih luas kemampuan akses dapat dilakukan melalui MAN (Metropolita Area Network) atau WAN (Wide Area Network). Sebuah database dan program applikasi enterprise misalnya diletakan pada sebuah server dimana setiap end user dapat melakukan akses melalui Client Processor, LAN dan Server seperti pada gambar 3.

Gambar-2 Host Sistem dan Sistem Client Server

User

User disini adalah end user yang mengakses client untuk mendapatkan sebuah layanan. End user bisa saja seorang manager perusahaan, professional, karyawan di sebuah perusahaan, atau pelanggan. Ada timbul sedikit kerancuan. Pelanggan dalam sebuah bisnis atau perdagangan disebut dengan client, tapi client ini adalah manusia, jangan dibingungkan dengan istilah client pada pemrosesan komputer. Dapat kita katakan sebuah user atau end user adalah ketika melakukan proses akhir menggunakan sistem client server.

Gambar 3. Komponen Sistem Client Server

Client

Client dapat berupa sebuah pemproses yang powerful atau dapat juga berupa terminal tua dengan kemampuan proses yang terbatas. Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan sistem operasinya sendiri. Sebagian besar pemrosesan banyak dilakukan di sebuah server dimana bagian-bagian dalam lingkup pekerjaannya ditentukan oleh program komputer, inilah yang menyebabkan sistem client server berbeda dengan sistem transaksi tradisional. Sistem client server memungkinkan sebuah teknologi dan applikasinya digunakan bersamaan. Applikasi disini termasuk didalamnya adalah pemroses pesan seperti e-mail, pemproses file lokal seperti DBMS untuk browsing dan penghitungan, atau sharing resource seperti sistem image processing, sistem optical character, sistem advance grafic processing, plotter warna, atau sebuah printer. Perangkat-perangkat ini bisa saja berasal dari berbagai vendor yang ada. Untuk memfasilitasi query pemprosesan dari client, sebagian besar sistem client server menggunkaan Structured Query Language (SQL) yang merupakan struktur bahasa tingkat tinggi. SQL dengan database relationalnya adalah standar de facto untuk hampir sebagian besar sistem client server. Salah satu komponen terpenting sistem client server adalah User Interface (UI), yang digunakan user untuk berkomunikasi. Bagi user yang seorang programmer, UI tidak mesti user friendly, tapi untuk end user yang bukan programmer sangat dibutuhkan UI yang user friendly. Dibutuhkan Graphical User Interface (GUI) untuk end user karena GUI menampilkan grafis untuk melakukan akses dengan icon-icon tanpa perlu memasukan perintah pemrograman. Kedepannya GUI tidak hanya digunakan untuk menggantikan akses perintah pemprograman tapi juga digunakan untuk grafik, voice, video, animasi, untuk selanjutnya menjadi sebuah teminal multimedia.

Network dan Transmisi

Server dan client dapat terkoneksi dengan sebuah media transmisi. Media transmisi ini dapat berupa kabel, wireless, atau fiber. Dengan media ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk melakukan enterprice network lebih besar dalam sebuah workgroup atau departemen. Untuk itu dibutuhkan interoperability sebagai contoh operasi dan pertukaran informasi yang heterogen melalui berbagai perangkat software dalam jaringan. Esensinya adalah keterbukaan dalam melakukan pertukaran baik komponen dan software yang berasal dari vendor yang berbeda-beda. Dengan interoperability baik vendor dan customer akan mendapatkan keuntungan.

Interoperability memberikan dampak pada arsitektur jaringan. Awal sebuah arsitektur jaringan adalah SNA namun arsitektur ini bersifar proprietary dan tidak terbuka dengan vendor lainnya. Kemudian sebagian besar orang beralih ke OSI yang di standarkan oleh ISO (International Standards Organization). OSI banyak di gunakan di Eropa namun kurang berkembang di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat muncul TCP/IP yang kemudian di dukung oleh Unix User Group.

Servers

Konektivitas adalah hal yang terpenting namun bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas sharing resource yang dimiliki. Dibutuhkan sebuah perangkat yang memiliki kemampuan mengontrol software, menjalankan program applikasi, dan mengakses database dengan mudah dan cepat. Untuk itulah diperlukan sebuah Server. Sebuah Server harus mendukung spesifikasi yang mendukung resource sharing seperti Network Server Operating System, Multiple User Interface, GUI (Graphic User Interface), dialog oriented cleint – server languange seperti SQL dan database arsitektur. Saat ini resuorce bisa tersebar secara spasial tidak hanya berada dalam batasan sebuah negara namun sudah antar negara yang membutuhkan interkoneksi yang tinggi.

Beberapa software dapat diperoleh dari vendor atau software house. Software tersebut bisa bersifat mainframe centric (sentral) atau PC server centric. Namun selain semua hal yang tersedia pada paket software tersebut tetap dibutuhkan in house sofware development. Juga perlu untuk mengintegrasikan sistem client server dengan sistem informasi yang telah ada dan menggunakan sistem tersebut tidak hanya sebagai end user tapi juga bekerja diantara group end user.

Server melakukan pemprosesan mirip dengan pemrosesan yang ada disisi client. Namun ada sedikit perbedaan, biasanya sebuah server tidak mempunyai User Interface karena didesain untuk networking, memproses database dan memproses applikasi. Pembeda antara pemrosesan client dan server ada pada tanggungjawab dan fungsi dari pemrosesan yang dilakukan. Sebagai contoh sebuah server dapat bertindak sebagai repository dan penyimpanan informasi dalam kasus pada file server. Tipe dari Server tergantung pada kebutuhan dan tujuan sistem. Dalam beberapa kasus sebuah server harus mampu melakukan multitaskting (membentuk multi fungsi secara simultan), menggunakan multiple operating system, lebih portable, memiliki skalabilitas, dan memiliki waktu respon yang cepat untuk melakukan teleprosesing. Dengan kapabilitas seperti itu menjadikan server memiliki harga yang relatif mahal. Penyebab mahalnya harga server adalah :

  1. Network Management

  2. Gateway function termasuk akses keluar dan e-mail publik

  3. Penyimpanan

  4. File Sharing

  5. Batch processing

  6. Bulletin Board access

  7. Facsimile transmission

Pemrosesan Database

Beberapa prinsip pemrosesan data pada server termasuk didalamnya adalah integritas, sekuriti, dan recovery data. Enterprise data yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan membutuhkan sebuah integrasi, pengaksesan data yang di kendalikan dan kelola dengan securiti yang baik, dan recovery data dapat dilakukan jika terjadi kegagalan sistem.

Beberapa data management dilakukan secara otomatis. Biasanya dilakukan oleh DBMS yang berada di Server yang mengontrol akses diantara pemprosesan multiple sistem dan mengintegrasikan akses data melalui network management.

Pemrosesan Applikasi

Data digunakan oleh program applikasi yang mana sebagian besarnya berada di server. Ada beberapa applikasi client server yang disediakan oleh vendor. Tools applikasi ini menjadikan pengembangan sistem client-server menjadi lebih kompetitif. Pengembangan applikasi client-server dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni :

  1. Fungsi pemprosesan didistribusikan diantara client dan server. Porsi dari client dijalankan oleh end user dengan menggunakan bahasa pemrograman database seperti SQL yang memberikan semacam request data dan kemudian mengekstrak data tersebut dari lokasinya dimana semua proses tersebut dikontrol oleh sistem operasi.

  2. UI dan GUI menjadi lebih sering digunakan karena tingkat kemudahan penggunaan menjadi lebih penting.

  3. Digunakannya Advance networking seperti LAN

  4. Code generator juga digunakan, Metodelogi Objeck Oriented akan menambah tingkat penggunan.

  5. Tools pengembangan seperti SQL Server, FLOWMARK, Progress, ObjectView, Oracle menjadi sangat diperlukan

Ketika sebuah applikasi diproses dan permintaan akan data dilakukan oleh client, maka hasilnya dikirimkan melalui LAN. Hasil dari applikasi tersebut dapat saja dilakukan perubahan bentuk untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik. Semuanya ini dilakukan di sisi client oleh end user melalui UI (User Interface). Diagram skematik pendekatan client server ditunjukan pada gambar 4.

Gambar 4- Applikasi Sistem Client Server

Keuntungan Sistem Client Server

  1. Mengurangi tanggung jawab dan biaya overhead

  2. Kontrol biaya operasional dan pengembangan yang lebih mudah

  3. Waktu respon yang lebih baik dalam pemrosesan.

  4. Akses data yang lebih besar bagi perusahaan. Sistem Client server mengamankan transaksi data dan menyimpannya pada server untuk kemudian dapat di sharing, dimanipulasi, dianalisa secara lokal.

  5. Memungkinkan pendistribusian proses dari tersentralisasi menjadi desktop computing

  6. Menawarkan kooperatif prosesing antara individu dan group antar departemen, geografis dan zona waktu.

  7. Rewriting software pada sistem client server memberikan keuntungan untuk mendapatkan sistem yang terintegrasi dan memberikan efisiensi.

  8. Menawarkan friendlu interface pada end user khususnya pada knowledge worker dan customer.

  9. Keterlibatan yang lebih untuk end user pada implementasi IT.

  10. Arsitektur terbuka dan sistem terbuka memberikan fleksibilitas dalam memilih konfigurasi hardware yang berbeda, network, dan DBMS dari berbagai vendor.

Hambatan Implementasi Sistem Client Server

Organisasi

  1. Skill personel yang kurang memadai untuk implementasi sistem client server.

  2. Anti perubahan terhadap teknologi baru.

  3. Biaya konversi

  4. Membutuhkan koordinasi dan kontrol yang lebih pada end user.

Teknologi

  1. Membutuhkan infrastruktur LAN dan WAN

  2. Skill dan peralatan yang belum memadai

  3. Belum adanya pemahaman dan pengalaman dalam merencanakan sistem client server

  4. Tidak tersedianya produk dan tools pengembangan sistem client server

  5. Sedikitnya applikasi client server

  6. Sedikitnya standar nasional dan internasional untuk sistem client server.




Membuat antena Wajanbolic

Bahan yang diperlukan :
1. Wajan dengan diameter minimal 40cm
2. USB Wireless LAN
3. Pralon 3” panjang sekitar 23 cm.
4. Tutup Pralon 3” 2 buah
5. Aluminium Foil secukupnya.
6. Busa/Styrofoam bekas kemasan barang elektronik secukupnya.
7. Kabel USB
8. Kabel UTP 12m


Antena Wajanbolic terdiri dari 3 bagian utama :
1. Reflektor berbentuk Parabola menggunakan Wajan
2. Bagian Sensitif antena berbentuk Tabung berisi USB WLAN
3. Kabel penghubung antena ke komputer


Diameter Tabung D(mm) L(mm)
76-------------------- 96.177
77-------------------- 86.819
78-------------------- 79.989
79-------------------- 74.738
80-------------------- 70.551
81-------------------- 67.117
82-------------------- 64.243
83-------------------- 61.794
84-------------------- 59.679
85-------------------- 57.832
86-------------------- 56.202
87-------------------- 54.752
88-------------------- 53.453
89-------------------- 52.281
90-------------------- 51.219
91-------------------- 50.25
92-------------------- 49.364
93-------------------- 48.549
94-------------------- 47.797
95-------------------- 47.101
96-------------------- 46.455
97-------------------- 45.853
98-------------------- 45.292
99-------------------- 44.767
Pasang USB LAN di dalam Tabung dan untuk memperkuat posisinya jepit dengan Busa Styrofoam
Setelah Tabung Sensitif selesai pasang ke Wajan, bila perlu gunakan lem atau sekrup.




See More Related Posts

Baca terusannya.....

instalasi dual booting XP dan Ubuntu 7.04 for dekstop

kita telah belajar menginstall Ubuntu pada system tunggal dimana hanya terdapat sebuah system, namun di artikel kali ini (karena permintaan teman-teman) saya akan memandu anda untuk meninstall Ubuntu di system yang sudah ada windows XP. Sebelum beranjak tolong perhatikan perlengkapanya antara lain:
system Windows XP
Partition Magic
CD Ubuntu Fiesty
CDROM
Mata yang jeli, hati yang tenang (thanx buat Allah yang telah menciptakan)
kopi dan cemilan atau rokok bagi perokok
dan hal-hal lainya yang tidak bertentangan dengan UUD 45
Oke, setelah semua terpenuhi, lanjut bro……

The Show Must Go On

Pertama tama anda harus menginstall Partition Magic atau software sejenis guna memudahkan pemartisian kita. Jika sudah buka program tersebut, kalo di kompiku tampilanya kaya gini:
clip_image002_0000.jpg
Ingat bila anda belum mempunyai partisi kosong (gambar hitam) maka segera buat… kalo udah maka buat partisi-partisi Linux dengan cara klik kanan area hitam, hingga muncul seperti gambar dibawah dan pilih crate
clip_image003_0000.jpg
Atur konfigurasi dari partisi tersebut, di asumsikan saya akan membuat beberapa partisi di linux dintaranya:
/ (root)
/boot
/home
/var
/tmp
Swap area
Maka buatlah seperti gambar di bawah ini
clip_image004_0000.jpg
Gambar diatas untuk partisi /boot
clip_image005_0000.jpg
Gambar diatas untuk swap area
clip_image006_0000.jpg
Gambar diatas untuk / (root)
clip_image007_0000.jpg
Gambar diatas untuk /var
clip_image008_0000.jpg
Gambar diatas untuk /tmp
clip_image009_0000.jpg
Gambar diatas untuk /home, perlu di ingat bahwasanya anda untuk partisinya tidak harus sama seperti di atas dalam artian di Linx kita boleh memberdakan titik mount di setiap partisi yang berbeda, namun sebenarnya Linux hanya membutuhkan partisi swap dan root karena direktory (titik mount) /home, /var, /boot, /tmp secara default akan dijadikan satu dengan root. Dan karena saya suka untuk membedakan titik mount di setiap partisi yang berbeda maka konfigurasinya seperti di atas, hal ini saya lakukan karena saya melihatnya dari faktor maintenancenya biar lebih aman untuk memisahkan dokumen (/home) dan file dari yang berubah-ubah (/var) agar kalau system rusak maka tidak akan memberi efek ke partisi yang lain… tapi terserah anda itulah enaknya Linux
Jika sudah maka illustasi dari partisi hardisk akan nampak sebagai berikut
clip_image011_0000.jpg
Kemudian klik aplly di pojok kiri bawah, atau gambarnya seperti di bawah ini
clip_image012_0000.jpg
Apabila sudah apply sudah di klik maka akan muncul jendela peringatan sebagaimana gambar di bawah ini:
clip_image013_0000.jpg
Gambar diatas menunjukkan bahwa ada 12 oprasi yang akan di lakukan, apabila anda sudah mantap dengan konfigurasi partisi yang telah kita konfogurasi tadi maka klik yes untuk melakukan penulisan partisi ke harddisk, kemudian akan muncul akan gambar di bawah ini dan jangan di ganggu.
clip_image014_0000.jpg
Tunggu ya… sabar ya… minum dulu kopinya
clip_image015_0000.jpg
Kalau jendela progress menunjukkan gambar diatas maka proses penulisan sudah selesai dan siap untuk di install ubuntu. Keluarlah dari windows xp dan restart komputer anda
The Freedom is come
Selamat, anda telah membuat harddisk anda layak pakai
Sebelum meng-install Ubuntu pada BIOS harus di set Boot Device Priority-nya dulu, dalam menginstall Ubuntu Boot Device Priority harus di arahkan ke CDROM. Untuk masuk ke BIOS tiap Motherboard mempunyai standart sendiri. Namun sebagian besar tinggal menekan tombol delete atau F2
clip_image017_0000.jpg
Kemudian simpan konfigurasinya
clip_image019_0000.jpg
Kemudian reboot ulang, dan kalau anda berhasil megkonfigurasikan BIOS dengan benar maka sysem akan membooting via CDROM sehingga tampilan awal dari Ubuntu adalah sebagai berikut
clip_image021_0000.jpg
Tampilan yang ramah ini berbeda dengan tampilan Ubuntu sebelumnya dimana ada tambahan pada edisi kali ini yaitu Install with driver Update CD. Perlu diketahui anda dapat memilih bahasa inggris pada tampilan ini ke Bahasa Indonesia. Namun kalau saya biarkan saja, menurut s’to dalam buku Fedora Core nya alasan s’to memilih Bahasa Inggris karena “teknologi datang dengan bahasa inggris”. Oke ini adalah tampilan desktop Ubuntu Fiesty yang baru…..!!!!
clip_image023_0000.jpg
Untuk menginstall klik install hingga tampilan desktop seperti di bawah ini
clip_image025_0000.jpg
Pilih bahasa yang anda gunakan, kalo saya bahasa inggris sajalah….. and then clik forward
clip_image027_0000.jpg
Oke pilih zona waktu kita, kita gunakan Jakarta saja
clip_image029_0000.jpg
Pilih keyboard anda, keyboard yang ada di Indonesia kebanyakan adalan US English
clip_image031_0000.jpg
Lha ini yang paling sulit…… sabar ya… tunggu ya…
clip_image033_00001.jpg
Pada tampilan kali ini kita di pilih untuk menentukan mount pointnya dan pilihan-pilihan yang lain, hati-hati banyak yang keliru dalam hal ini yang menyebabkan data system windows rusak. Kita lihat bahwasanya partisi windows di /dev/hda1 telah termount di /media/hda1 jangan beri tanda check format!!! Oke pilih /dev/hda5 dan pilih edit
clip_image034_0000.jpg
Ada tiga baris yaitu New partition (sebaiknya jangan dirubah), Use as, Mount point. Untuk partisi ini saya memberikanya ke /boot. Dan lakukan untuk partisi yang lainya sama seperti langkah diatas hingga tampilanya aka muncul sebagai berikut
clip_image036_0000.jpg
Oke klik fordward
clip_image038_0000.jpg
Inilah kelebihan Ubuntu Fiesty, kita dapat mengimpor dokumen, settingan pada user kita di Windows. Pilih settingan yang akan di expor dan isikan usernya serta klik next
clip_image040_0000.jpg
Isikan lagi username secara detail dan passwordnya dan nama host komputer anda dan klik fordward
clip_image042_0000.jpg
Inilah hasil konfigurasi kita tadi, bila anda sudah yakin 100% klik install (Konfigurasi kali ini kita tidak mengganggu windows xp kita tadim jadi jangan kawatir data kita safe)
clip_image044_0000.jpg
Bila muncul tampilan desktop kaya gini maka instalasi telah usai dan untuk mencicipi hasil racikan kita kita diminta Restart System kita……

Baca terusannya.....

Kamis, 29 April 2010

Cara Buat Antena WajanBolic

Cara Buat Antena WajanBolic

Ni artikel sebetulnya sudah banyak yang mengupas, mengulas dan meng-copas, termasuk teman saya mantan dedengkot Orari juga seneng experimen bikin antena keq gini, juga Pak Lurah client saya yg punya usaha sampingan bengkel las malah dapat orderan dari ISP buat nglobangin puluhan Wajan dan merangkai pralonnya. Well…, mari kita bagi-bagi info buat yang belum tahu apa sih antena WajanBolic/ penggorengan itu dan gimana sih buatnya..? Ini artikel saya copasin aja yah… habis gak banyak waktu buat nulis dan foto-foto boss yg penting niatnya sebar-sebar ilmu… Well… biarkan gambar yang bercerita yak… Lanjuuut…

  • Siapkan material yang dibutuhkan USB WLAN, wajan / penggorengan, pipa pralon 3″, pipa pralon 1.25″ dan dop pralon, kabel USB yang di perpanjang dan USB Extender jika di perlukan.
Material Wajanbolic e-goen
Material Wajanbolic
  • Lubangi wajan, siapkan dop pralon 3″ dan dop pralon 1.25″ yang di bor di tengahkan. Kemudian baut dop pralon 3″ ke dasar wajan.
Wajan untuk wajanbolic
Wajan untuk wajanbolic
  • Wajan tampak belakang sesudah di bautkan dop pralon di muka wajan.
Wajan tampak belakang
Wajan tampak belakang
  • Siapkan USB WLAN. Tutup USB WLAN dengan karet untuk melindungi USB WLAN dari hujan.
USB WLAN
USB WLAN
  • Masukan karet pelindung ke USB WLAN.
USB WLAN dalam lindungan karet
USB WLAN dalam lindungan karet
  • masukan USB WLAN yang dilindungi karet ke pralon 1.25″ sebagai dudukan. Posisikan USB WLAN sekitar 5.3 cm dari ujung pralon yang paling jauh dari wajan.
USB WLAN pada pralon 1.25"
USB WLAN pada pralon 1.25″
  • USB WLAN pada pralon, tampak dari sudut lain.
USB WLAN dalam pralon 1.25"
USB WLAN dalam pralon 1.25″
  • Dop untuk di letakan di ujung pralon 3″. Semua dinding dop pralon ditutup dengan lakban aluminium. Kombinasi dop pralon yang di lapisi lakban alumunium dan pralon yang ditutupi kalban aluminium sebetulnya menjadi konstruksi antenna kaleng. Di ambil foto dari muka.
dop pralon  3"
dop pralon 3″
  • Tutup pralon untuk diletakan di ujung pralon. Di ambil foto dari belakang.
Dop pralon 3" dari belakang
Dop pralon 3″ dari belakang
  • Pralon 3″ dilapis lakban aluminium sepanjang 20cm, tidak sampai ujung. Sisakan beberapa sentimeter yang dihitung dari fokus wajan. Lubangi wajan sekitar 5.3 cm dari ujung, untuk connector USB WLAN.
Pralon 3"
Pralon 3″
  • USB WLAN sudah dimasukan ke pralon. USB WLAN keluar pada jarak sekitar 5.3 cm dari ujung pralon.
USB dalam pralon 3"
USB dalam pralon 3″

pralon 3" dari sudut 2
pralon 3″ dari sudut 2
  • Masukan dop pralon 3″.
pralon 3" ditutup tampak samping
pralon 3″ ditutup tampak samping

Pralon 3" ditutup tampak muka
Pralon 3″ ditutup tampak muka

.Masukan pralon 3″ ke tutup pralon 3″ yang sudah di baut ke wajan.

Pralon 3" di Wajanbolic
Pralon 3″ di Wajanbolic
  • WajanBolic dah selesai. Sambungkan kabel USB yang sudah di perpanjang dengan kabel UTP. Wajanbolic siap digunakan.
Wajanbolic e-goen Baca terusannya.....

Kamis, 22 April 2010

Membuat Antena USB Wajan Bolic

Membuat Antena USB Wajan Bolic


Dimasa sekarang kita sudah tau jaringan tanpa kabel yaitu Wireless, jaringan ini sudah di legalkan oleh pemerintah pada tahun 2005.. dan sekarang untuk akses jaringan ini kita memerlukan perangkat keras berupa Akses point, WLAN, dan juga USB wi-fi yang bekerja pada frekwensi 2,4 Ghz.. dan apabila kos-kosan kita dekat area hotspot kita hanya memerlukan salah satu perangkat keras diatas, kl kos-kosan kita jauh gimana yah??,, sekarang kita membahas tentang cara membuat antena wajan bolic yang sekarang lagi naik daun. Antena wajan bolic bertujuan untuk memperhemat dana dari pada membeli antena grid atau yagi yang mahal itu, tapi bisa juga sih antena wajan bolic dibuat untuk mecrack keamanan ISP.kekeke langsung saja kita ke topik permasalahan yaitu :


- persiapan : Penggaris, Solder, Bor, gergaji

- bahan : USB Wi-fi, Wajan, Pipa 3 dim, Dop 3 dim 2 pasang, Alumunium Foil, Mur dan Baut, Double tape, Lakban, kabel UTP 15 m, Kabel USB

sekarang kita mulai pembuatannya,

pertama-tama wajan kita ukur panjang diameternya, setelah itu ukur kedalaman wajan.. kemudian kita hitung untuk mengetahui batas feeder pada pipa

Rumus untuk feeder :f = D^2 / (16*d)
keterangan wajan

setelah kita mengetahui batas feeder pada pipa kita memulai melubangi wajan dengan Bor untuk menempelkan Dop pipa nantinya dengan baut dan mur, pada pipanya kita lubangi yang dimana nantinya kita memasang USB wi-fi nya, untuk rumus melubangi pipa dan tinggi USB Wifi dapat dilihat disini

setelah kita sudah mengikuti langkah-langkah tersebut maka kita mulai memasang Alumunium Foil pada Pipa dengan ketentuan batas feeder bebas alumunium foil.. dan jangan lupa dop satunya dikasih alumunium foil juga pada dasarnya, nah setelah selesai pemasangan alumunium foil maka kita lanjutkan dengan pemasangan pipa ke wajan ^_^ setelah itu langkah terakhir pada kabel UTP kita modifikasi dengan kabel USB, untuk modifikasi kabel dapat dilihat pada gambar

Kabel USB

kabel UTP

Modifikasi

modifikasi kabel selesai trus tinggal pasang deh ^_^
hasilnya akan seperti ini kira-kira.hehe

Hasil